Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Itu Asidosis Dan Laminitis?

 Apa Itu Asidosis Dan Laminitis?

Asidosis dan Laminitis adalah salah satu penyakit yang biasa menyerang pada hewan ternak. Penyakit ini bukanlah sembarang penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya, penyakit ini harus mendapatkan penanganan selanjutnya agar tidak semakin parah. Untuk itu kita pahami apa lebih lanjut apa yang dimaksud dengan Asidosis dan Laminitis.

Apa itu Asidosis dan Laminitis Pada Ternak? 

Asidosis atau yang dapat di artikan dalam bahasa Indonesia adalah Keasaman Tubuh meningkatkan. Sedangkan Laminitis adalah infeksi pada kuku ternak yang dapat menyebabkan kuku menjadi teracak atau tidak rapih. 

Sobat ternak pasti pernah mendengar kedua istilah tersebut, terlebih lagi untuk peternak sapi. Biasanya, sapi yang hanya memakan hijauan saja tidak terlalu beresiko terkena asidosis. Namun, jika sapi memakan bahan makanan dari biji-bijian yang biasa diberikan untuk program penggemukan, biasanya lebih rentan untuk terkena asidosis (tingkat keasaman dalam tubuh naik).

Apa Dampaknya Asidosis dan Laminitis Pada Ternak?

Jika tidak ditangani dengan baik dan keadaan asam tidak segera di kembalikan ke normal, asidosis akan mengganggu atau bahkan menghentikan pencernaan. Terlebih lagi Asidosis mampu mengakibatkan demam dan juga diare parah pada ternak. Hal tersebut dapat diketahui dari kotoran sapi yang berubah menjadi keabu-abuan, berair, dan juga bergelembung.

Pada kasus yang serius, hewan juga dapat menunjukkan gejala laminitis ( infeksi kuku, terlacak ) dan bahkan menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, banyak hewan ternak yang mati secara mendadak padahal sebelumnya baik-baik saja. Banyak peternak yang tidak terlalu memikirkan kesehatan pada ternaknya, yang mereka pikirkan adalah bagaimana cara agar ternak kita bisa tumbuh besar. Padahal penyakit ini wajib diketahui dan didalami oleh para peternak sapi agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.

Kasus Asidosis biasanya sering kali diikuti dengan Laminitis yang dapat menyebabkan kaki sapi pincang. Sambungan antara dinding kuku dan tulang yang ada didalamnya menjadi nyeri dan merenggang, hal ini jika terlalu lama dibiarkan akan menyebabkan malformasi kuku atau bentuk kuku menjadi tidak normal.

Bagaimana Penanganan Selanjutnya Pada Ternak?

Untuk menghindari kasus laminitis pada ternak, kita dapat membuat jadwal makan pada ternak agar teratur setiap harinya. Misalnya pada pemberian konsentrat dan bijian, sobat ternak dapat memberikan nya sebanyak dua kali. Pada saat akan mengganti pakan hijauan ke pakan biji-bijian, lakukanlah secara bertahap secara sedikit demi sedikit. Biasanya, pergantian pakan secara bertahap ini membutuhkan waktu kurang lebih dua Minggu.

Untuk penanganan kepada hewan ternak yang sudah terlanjur menunjukkan gejala dari asidosis, sobat bisa memberikan larutan sodium bikarbonat (soda yang biasa dibuat untuk pembuatan kue) agar menetralkan keasamannya. Berikan soda putih tersebut secukupnya atau kurang lebih satu botol kemasan botol kecil.

Jika kasus Asidosis dan Laminitis tidak kunjung menemui titik terang kesembuhan, sebaiknya disarankan untuk menghubungi dokter hewan terdekat. Karna seperti yang telah dijelaskan diatas, jika penyakit ini tidak secepatnya ditangani, maka dampaknya akan lebih buruk dari sebelumnya.

Jika sudah paham betul dengan dampak jika ternak kita terkena penyakit Asidosis maupun Laminitis, lakukanlah perawatan selanjutnya secepat mungkin setelah kita mengetahuinya. Jangan lupa untuk terus memantau keadaan ternak kita jika kita ada banyak waktu yang kosong.

Posting Komentar untuk "Apa Itu Asidosis Dan Laminitis?"