Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Beginilah Teknik Panen Dalam Memanen Lele

Beginilah Teknik Panen Dalam Memanen Lele
Bisnis budidaya lele sangatlah menjanjikan. Dengan bisnis ini anda bisa memperoleh keuntungan yang lumayan besar. Proses perkembangbiakannya pun cukup mudah dan cepat. Selain itu bahan dan biaya yang dibutuhkan juga tidaklah terlalu mahal.

Untuk panen lele bisa terbilang cepat dari awal perkembangbiakan benihnya. Perkembangbiakan lele untuk panen kurang lebih membutuhkan waktu 2-3 bulan lamanya. Saat panen, takaran 1 kg lele kurang lebih bisa berjumlah 7-10 lele. Gunakanlah alat untuk memanen yang memiliki bahan licin dan halus sehingga tidak membuat ikan luka.

Sistem panen dalam budidaya ikan lele sangatlah mudah, pada umumnya yaitu dengan menyurutkan air kolam terlebih dahulu. Lalu gunakan serokan untuk menangkap ikan lele dan masukanlah lele  dalam wadah berbahan plastik. Anda pun juga dapat menggunakan jaring kalau air kolam masih cukup banyak. 

Saat panen sebaiknya lakukanlah bertahap agar berhasil dengan sukses. Saat proses panen sebaiknya lele puasa dan tidak diberi pakan terlebih dahulu. Tujuannya yaitu adalah untuk memperlambat laju metabolisme selama di perjalanan dan juga mengurangi stress pada lele.  Langkah pertama yaitu buanglah perlahan-lahan air, terkadang memakan waktu  10—15 menit. Panen  tanpa menggunakan alat atau tidak langsung didistribusikan kepada konsumen akan mengakibatkan ikan stress, bahkan mengalami kematian. Hal ini mengakibatkan kerugian merugikan.

Jika lele sore hari akan dipanen, maka pada pagi hari lele sebaiknya lele tidak diberi makan dan begitu sebaliknya. Untuk panen lele dengan bioflok, air di kolam harus dipindahkan ke kolam lain bisa dibuang. Teknik pembuangan atau pemindahan air kolam dalam sistem panen dalam budidaya ikan lele dapat dilakukan dengan dua teknik. Teknik pembuangan air pada saat  panen lele yang dikembangbiakan secara bioflok adalah sebagai berikut.

Teknik panen dengan memindahkan air ke kolam yang kosong

Teknik yang pertama ini dilakukan dengan cara memindahkan air kolam yang akan dipanen ke dalam kolam lain yang kosong Air bekas tersebut masih bisa digunakan kembali sebagai media air bioflok sehingga dapat mempersingkat waktu persiapan media air bioflok untuk kegiatan budidaya selanjutnya.

Air bekas dapat dimanfaatkan sekitar 50 persen. Gunakanlah kembali bagian atas air. Jika ingin menggunakan bagian bawah pun boleh, tapi kualitas airnya berbeda. Sistem panen dalam budidaya ikan lele sangat baik dengan cara ini.

Teknik panen dengan memindahkan air ke tandon 

Teknik panen yang kedua yaitu  dengan cara memindahkan air kolam dari yang akan dipanen ke dalam tandon pembuangan air. Air kolam dibuang dan dimasukan ke tandon pembuangan dan dikumpulkan, sehingga nantinya bisa dipakai untuk membuat media air bioflok selanjutnya. Jumlah air yang bisa dipakai lagi, yaitu 50 persen pada bagian atas. Sisanya, atau 50 persen di bawah tandon, bagus bila dimanfaatkan untuk  pupuk organik cair bagi tanaman. Hal ini dikarenakan , air bagian bawah mengandung kotoran dan sisa pakan yang bagus untuk tanaman dan bisa dimanfaatkan sebagai pupuk.

Demikianlah sistem panen dalam budidaya ikan lele. Cara diatas bisa anda coba untuk melakukan panen dengan sukses, sehingga tidak ada lele yang mati atau cacat saat memanen. Mengingat semakin banyaknya ikan yang sukses dipanen semakin banyak keuntungan yang akan anda peroleh. Semoga artikel ini berguna bagi anda.

Posting Komentar untuk "Beginilah Teknik Panen Dalam Memanen Lele"